HOMEDAFTARTRYOUT CPNS
KONFIRMASI

Ada banyak cara yang dilakukan untuk bisa lolos seleksi SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) CPNS, salah satunya adalah dengan mengikuti bimbel atau les SKD CPNS.

Kamu bisa memilih bimbel yang menawarkan berbagai fasilitas terbaik agar bisa mengerjakan ujian dengan hasil akhir yang baik. Untuk bisa menemukan bimbel yang terbaik, ada beberapa cara yang bisa kamu terapkan, berikut ulasannya.

Kiat Memilih Bimbel SKD CPNS yang Terbaik

Menentukan tempat belajar atau bimbel yang terbaik agar lolos seleksi saat mengikuti tes CPNS merupakan tantangan tersendiri.

Apalagi dengan banyaknya penawaran menarik mulai dari harga paket belajar yang murah hingga jaminan uang kembali apabila tidak lolos seleksi. Sebagai pertimbangan, berikut beberapa kiat dalam memilih bimbel SKD untuk CPNS yang terbaik.

Cek Penawaran Program Pembelajaran

Bimbel SKD CPNS yang terbaik umumnya menawarkan berbagai program pembelajaran yang bisa menunjang kesiapan kamu dalam mengikuti ujian CPNS. Jadi, pastikan untuk memilih bimbel CPNS yang memiliki semua jenis tes yang nantinya akan diujikan.

Dengan demikian, kamu hanya perlu mengikuti satu bimbel saja untuk belajar semua jenis tes yang akan diujikan tersebut.

SKD CPNS, Perhatikan Fasilitas

Cara kedua yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pengecekan terhadap berbagai fasilitas yang disediakan oleh pihak bimbel. Misalnya, ruang belajar yang memadai, AC, audio speaker, kursi, infokus, dan lain sebagainya.

Semua fasilitas tersebut diperlukan untuk membuat suasana belajar yang lebih nyaman ketika ada sesi tatap muka.

Biaya Bimbel SKD CPNS

Salah satu poin yang selalu diperhatikan ketika memilih bimbingan belajar adalah biaya yang harus dibayarkan. Umumnya, kamu pasti akan memilih bimbel yang menawarkan biaya yang terjangkau agar bisa lebih hemat.

Namun, sebaiknya tetaplah selektif dalam hal harga yang ditawarkan tersebut. Perhatikan apakah harga tersebut sepadan dengan fasilitas yang diberikan. BAca juga proses seleksi CPNS merupakan tindakan yang bijaksana.

Akan lebih baik jika memilih bimbingan belajar yang menawarkan harga standar yang masih terjangkau dengan kantong kamu namun memberikan fasilitas yang memadai.

Usia Bimbel

Cara yang keempat dalam memilih bimbingan belajar SKD CPNS yang terbaik adalah dengan memperhatikan usia dari bimbel itu sendiri. Jika masih merupakan bimbingan belajar yang baru, sebaiknya pertimbangkan kembali pilihan kamu tersebut.

Sebab, bimbel yang usianya masih “muda” belum memiliki jaminan kualitas karena baru beroperasi. Sebaiknya, pilihlah bimbel yang telah lama beroperasi dan memiliki peserta yang terbukti lolos seleksi hingga berhasil menjadi CPNS.

Tenaga Pengajar

Cara berikutnya saat akan memilih bimbel CPNS yang terbaik adalah dengan memperhatikan tenaga pengajar yang ada di bimbel tersebut.

Bimbel yang berpengalaman biasanya didampingi oleh tenaga pengajar profesional yang juga berpengalaman dalam mengajar. Selain itu, mereka biasanya memiliki trik khusus agar apa yang diajarkan bisa diserap oleh peserta dengan baik.

Kamu bisa mencari informasi mengenai pengajar tersebut melalui profil yang ada di website bimbel atau bertanya kepada peserta yang pernah belajar di bimbel tersebut.

Ada Jaminan

Cara paling jitu dalam memilih bimbel yang terbaik adalah mencari yang berani memberikan jaminan kelulusan tertinggi diantara bimbel lainnya. Hal ini bisa dicek melalui persentase peserta yang lolos setelah belajar di bimbel tersebut.

Jika persentase kelulusannya tinggi, maka tingkat kesuksesannya pun tinggi. Selain itu, kamu juga bisa memilih bimbel yang berani memberikan jaminan uang kembali apabila tidak berhasil lolos seleksi CPNS.

Itulah berbagai cara dan trik untuk bisa memilih bimbel yang terbaik. Intinya, pastikan semua fasilitas bimbel SKD CPNS tersebut sesuai dengan harga yang ditawarkan dan berani memberikan jaminan kelulusan bagi para pesertanya.

Kehadiran bimbel CPNS saat ini sama pentingnya dengan les atau kursus untuk masuk ke perguruan tinggi.

Sebab, tingkat kesulitan yang dihadapi oleh para calon pegawai negeri tersebut cukup tinggi sehingga membuat sebagian besar pejuang CPNS gugur karena tidak lolos seleksi.

Untuk mengatasi hal tersebut, kamu bisa les di salah satu bimbel untuk CPNS PPPK yang terbaik yaitu bimbelcpns.net.

Cara Melakukan Pendaftaran Bimbel CPNS PPPK Bimbelcpns.net

Merupakan suatu kebangggaan jika berhasil lolos menjadi pegawai negeri. Bila perlu, mereka mengulang dan kembali ikut mendaftar jika di tahun sebelumya tidak berhasil lolos.

Itu sebabnya, segala macam usaha dilakukan agar bisa lolos seleksi, salah satunya adalah dengan mengikuti les bimbel.

Dengan harapan, semua proses selama tes seleksi tersebut bisa dijalani dengan baik dan berujung pada keberhasilan menjadi CPNS. Berikut cara mendaftar di bimbelcpns.net.

Hubungi Customer Service Bimbel CPNS

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan menghubungi pihak customer service yang bertugas. Caranya adalah dengan masuk ke situs bimbelcpns.net. dan klik simbol telepon berwarna hijau yang ada di sebelah kanan bawah.

Nantinya, kamu akan terhubung dengan pihak customer service yang saat itu bertugas. Kamu bisa bertanya mengenai prosedur pendaftaran dan apa saja yang dibutuhkan untuk melengkapi proses pendaftaran tersebut. Baca juga Rekomendasi Bimbel CPNS PPPK Terbaik untuk Anda.

Pilih Program

Langkah yang kedua adalah memilih program bimbel CPNS yang akan kamu ikuti. Di halaman utama website telah tercantum beberapa alternatif program yang bisa dipilih.

Diantaranya adalah: Program CASN PPPK Guru, PPPK Guru PGSD, PPPK Umum, Umum Offline, PPPK Nakes Perawat, PPPK Nakes Bidan, Nakes Apoteker, dan Program CASN PPPK Nakes Dokter.

Pilihlah yang sesuai dengan kriteria dan bidang yang dituju dan klik menu “daftar”. Selanjutnya, kamu hanya perlu mengikuti perintah yang tertera pada layar monitor. 

Isi Formulir

Jika telah menentukan pilihan program les yang dituju dan klik menu “daftar”, maka kamu akan diarahkan untuk mengisi formulir pendaftarannya.

Diawali dengan mengisi nama lengkap, alamat email yang aktif, jenis kelamin, nomor telepon yang aktif, pendidikan, jurusan, alamat pengiriman. Untuk alamat pengiriman ini, kamu harus menulisnya secara lengkap dan jelas agar tidak terjadi kesalahan pengiriman.

Kemudian, kamu harus mengisi bimbel yang dipilih, apakah bimbel CPNS, PPPK atau BUMN. Setelah itu, isilah lokasi bimbingan yang kamu pilih serta program bimbingan yang akan dipilih.

Perhatikan dan teliti ulang semua kolom yang telah diisi agar tidak ada kesalahan pengetikan. Setelah semua sudah benar, kamu bisa klik kolom untuk memberikan tanda centang yang menandakan bahwa kamu bukan robot.

Kemudian, klik menu “proses” dan tunggu hingga selesai. Setelah semua proses berhasil, kamu akan diarahkan ke menu pembayaran. 

Pembayaran

Langkah yang berikutnya adalah melakukan pembayaran sesuai dengan jenis program bimbel yang kamu pilih. Terdapat 3 metode pembayaran yaitu dibayar lunas, diangsur 3 x dengan uang muka sebesar Rp980 ribu, atau diangsur 3 x dengan uang muka lebih dari Rp980 ribu.

Khusus untuk pembayaran yang diangsur, pada angsuran yang ketiga kamu harus menyertakan tiga digit terakhir dari nomor handphone kamu yang terdaftar di bimbel.

Untuk melakukan pembayaran, kamu bisa masuk ke menu “konfirmasi pembayaran” dan memilih payment gateway (BNI, Mandiri, BRI, Permata, dan lain-lain). Ikuti langkah-langkah selanjutnya sampai kamu mendapatkan kode virtual untuk membayar tagihannya.

Setelah melakukan semua proses tersebut, masuklah kembali ke bimbelcpns.net lalu klik “masuk” dan mengisi password dengan nomor handphone yang telah terdaftar.

Pembayaran bimbel CPNS pilihan kamu secara otomatis akan terkonfirmasi dan kamu siap untuk mulai belajar. Semoga sukses.

Seleksi CPNS dan PPPK setiap tahunnya selalu disambut dengan semangat oleh para peserta. Sebagai modal untuk mengikuti tes seleksi ini, banyak yang membekali dirinya dengan mengikuti program bimbel CPNS PPPK yang terbaik. Berikut rekomendasinya.

Daftar Bimbel CPNS PPPK yang Paling Direkomendasikan

Banyak persiapan yang dilakukan oleh para peserta, mulai dari mengunduh kisi-kisi tes SKD, belajar secara online, membeli buku tryout CPNS, atau mengikuti bimbingan belajar baik secara online maupun tatap muka.

Buat kamu yang ingin mengikut bimbel, berikut ini beberapa rekomendasi bimbingan belajar yang terbaik.

Program Guru Belajar&Berbagi

Bimbel CPNS PPPK yang pertama ini bisa kamu nikmati secara gratis. Merupakan platform bimbel terbaru rilisan Kemendikbud yang bisa diakses melalui laman https://ayogurubelajar.kemdikbud.go.id/seri-pppk/.

Kamu bisa menikmati berbagai fasilitas premium di bimbel Program Guru Belajar dan Berbagi ini mulai dari mater tes, soal latihan PPPK, modul, komunitas, hingga fasilitas tryout online secara gratis.

BimbelCPNS

Rekomendasi bimbel CPNS dan PPPK kedua adalah BimbelCPNS yang memiliki jargon “Pertama, Terbesar, Terbaik, dan Tersiap di Indonesia”.

Bimbel ini memiliki tenaga pengajar yang hampir 80%-nya merupakan PNS aktif di Kementrian dan telah berpengalaman selama lebih dari 10 tahun. Tidak hanya itu, bimbel yang satu ini juga telah hadir di 50 kota yang ada di Indonesia.

Terdapat berbagai fasilitas mulai dari grup diskusi, layanan akademik, modul dan video tentang pembelajaran tryout, cek jurusan, program reguler sebanyak 24 kali sesi pertemuan, kitab sukses SKD, serta tips & trik lulus tes.

Untuk informasi lengkap mengenai fasilitas dan cara pembayaran, kamu bisa klik tautan berikut ini https://www.bimbelcpns.com/.  

Bimbel CPNS PPPK Indonesia College

Rekomendasi bimbel yang ketiga ini telah berdiri sejak tahun 1993 yang bernama Indonesia College.

Beberapa fasilitas yang ditawarkan adalah metode pembelajaran yang efektif, simulasi SKD yang sangat mirip mulai dari TIU, TWK, hingga TKP, ada bimbingan terarah, serta soal prediksi yang akurat dan pendampingan SKB.

Melalui bimbel Indonesia College ini kamu bisa belajar secara online maupun tatap muka. Lokasi bimbel yang satu ini ada di 6 wilayah, yaitu Depok, Yogyakarta dengan dua lokasi yang berbeda, Surabaya, Semarang, dan Malang.

Untuk mengetahui bagaimana cara pendaftaran dan informasi lainnya bisa dilihat melalui website indonesia-college.com.

AyoCPNS

Bimbel CPNS PPPK yang menawarkan metode pembelajaran secara tatap muka dan online berikutnya secara eksklusif adalah AyoCPNS.

Setidaknya, ada 4 paket yang bisa kamu pilih yaitu paket premium, paket platinum, bimbel online eksklusif, dan tatap muka eksklusif. Baca juga Syarat dan Prosedur Jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lulusan SMA dan SMK.

Masing-masing paket menawarkan benefit yang beragam, diantaranya adalah materi SKD yang terbaru, latihan soal SKD TWK, TKP, dan TIU, analisa statistik, serta tryout sistem CAT dan pembahasannya.

Bagi kamu yang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut informasinya bisa melalui tautan berikut ini https://ayocpns.com/

CPNS Online

Rekomendasi bimbel yang terakhir adalah CPNS Online yang menawarkan 9 fitur menarik yang bisa kamu lihat melalui website cpnsonline.id.

Diantaranya adalah kelas privat, materi penunjang, paket soal CAT, video tips dan trik, webinar, paket soal pemantapan, dan lain-lain. Untuk paket bimbel, ada dua penawaran paket yang bisa kamu pilih yaitu paket premium dan paket platinum.

Satu hal yang menarik di bimbel yang satu ini adalah adanya jaminan uang kembali apabila dinyatakan tidak lulus seleksi CPNS.

Itulah beberapa bimbel CPNS PPPK terbaik yang paling direkomendasikan. Pilihlah bimbingan belajar dengan bijak dan sesuai dengan kemampuan serta jangan lupa untuk tetap semangat belajar.

Tes SKB, Apakah kamu memiliki cita – cita untuk menjadi seorang ASN? Jika iya, tepat banget di ulasan kali ini kita akan membahas tentang beberapa rangkaian tas SKB yang harus kamu lalui. Sebenarnya untuk menjadi seorang ASN ini kamu bisa memilih berbagai formasi yang telah disediakan.

Berbagai formasi tersebut di antaranya yaitu Kementrian Pendidikan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Komunikasi dan Informasi. Nah, untuk bisa menjadi seorang ASN atau PNS ini kamu harus mengikuti berbagai rangkaian tes yang dilakukan. Mau tahu kira – kira apa saja tes tersebut? Berikut penjelasannya!. Perhatikan juga artikel terkait pendidik non dosen Kemendikbud ini ya.

Ini Dia 2 Rangkaian Tes SKB Yang Perlu Kamu Lalui Untuk Formasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

tes SKB
tes SKB

Rangkaian Tes SKB Formasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Sebelum kita mengetahui apa saja sih tes SKB yang harus dilakukan untuk bisa masuk ke dalam formasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini, alangkah lebih baiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang SKB atau Seleksi Kompetensi Bidang ini. Nah, menurut peraturan dari Kemenpan RB No. 36 Tahun 2018, tes ini dilakukan secara CAT (computer assisted test) dimana para peserta akan diberikan waktu selama 90 menit. Selain itu, ada juga berbagai tes pendukung lainnya seperti tes potensi akademik, tes bahasa asing, psikotes dan masih banyak lagi yang lainnya.

Secara umum, setiap para calon ASN ini harus melewati 3 rangkaian atau tahapan seleksi di antaranya yaitu seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar (SKD), dan seleksi kompetensi bidang (SKB). Adapun, jika kamu tertarik untuk mengikuti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini tentu ada beberapa SKB yang harus dilalui.

Tes SKB Kemenparekraf

Namun, perlu diperhatikan di sini bahwa tes di Kemenparekraf ini akan disesuaikan dengan formasi yang dituju. Untuk formasi yang dituju jika bukan:

  • Peneliti Ahli Pertama
  • Kedua, Analis Hukum Ahli Pertama
  • Ketiga, Analis Pariwisata
  • Keempat,Analis Kerja Sama
  • Kelima, Analis Infrastuktur
  • Keenam, Analis Kebijakan Ahli Pertama
  • Ketujuh, Analis Anggaran Ahli Pertama
  • Pranata Komputer Ahli Pertama
  • Widyaiswara Ahli Pertama
  • Perancang Peraturan Perundang-Undangan Ahli Pertama

Maka SKB yang harus dilakukan adalah CAT dengan bobotnya yaitu 75%, kemudian wawancara dengan bobot 25%. Kedua rangkaian tes tersebut harus bisa diikuti oleh kamu yang mungkin bukan formasi di atas yang dituju. Selain itu, untuk kamu yang ingin mengikuti formasi yang lain seperti:

  • Verifikator Keuangan
  • Kedua, Analis Industri
  • Ketiga, Analis Ekonomi Kreatif
  • Keempat, Analis Apresiasi Karya Seni
  • Kelima, Analis Penerapan Aplikasi dan Konten
  • Perancang Grafis
  • Pranata Fotografi
  • Dosen Asisten Ahli

Tes yang harus dilakukan ada 3 tahapan. Pertama yaitu kamu akan melakukan tes yang dinamakan dengan Tes Praktik Kerja. Untuk tes ini memiliki bobot penilaian sebesar 40%. Kemudian, tes kedua yang harus dilakukan adalah menulis makalah yang berkaitan dengan substansi jabatan atau formasi yang sedang kamu lamar tersebut. Untuk di tes kedua ini memiliki bobot penilaian sebesar 35%. Tes ketiga yang harus kamu lakukan yaitu wawancara yang memiliki bobot penilaian sebesar 25%. Perhatikan juga artikel terkait mendaftar cpns ini ya.

Itulah beberapa rangkaian tes SKB yang harus kamu lakukan untuk bisa masuk ke formasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Untuk bisa mengikuti berbagai tes ini dengan baik, tentunya kamu harus mempersiapkannya supaya dalam tahapan – tahapan tersebut kamu bisa melakukannya sebaik mungkin. Semoga ulasan kali ini bisa bermanfaat bagi kamu ya. Semoga beruntung!.

Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) merupakan seleksi lanjutan CPNS setelah dinyatakan lolos di Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Pendaftar akan melewati beberapa tahapan seleksi dalam SKB. Salah satu yang mendasar adalah CAT dimana pendaftar akan menjawab soal berdasarkan jabatan atau bidang yang dituju. Salah satu bidang yang banyak dipilih adalah pendidik non dosen Kemendikbud. Materi yang diujikan tiap bidang berbeda-beda.

Tes dan materi SKB telah diatur dalam Peraturan Kemenpan RB Nomor 36 Tahun 2018. Dalam aturan tersebut telah dijelaskan bahwa tes SKB meliputi Computer Assisted Test (CAT), tes potensi akademik, tes praktik kerja, tes bahasa asing, tes fisik, psikotes, tes kesehatan jiwa, dan juga wawancara. Sedangkan materi yang diujikan di CAT sudah ditetapkan pula di dalamnya dengan proporsi yang berbeda-beda per materi.

Sama seperti seleksi lainnya, SKB sebaiknya juga dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. Hindari melakukan persiapan setelah pengunguman SKD. Akan lebih baik jika mempersiapkannya sebelum pengunguman SKD. Bagi kamu yang akan melakukan SKB, kamu harus menguasai semua materi sesuai kebutuhan jabatan yang kamu pilih. Di bawah ini merupakan materi yang diujikan beserta proporsinya untuk jabatan pendidik non dosen Kemendikbud. Perhatikan juga artikel terkait mendaftar cpns ini ya.

Materi Apa Saja yang Harus Dipersiapkan untuk Kebutuhan Jabatan Pendidik Non Dosen Kemendikbud?

pendidik non dosen Kemendikbud
pendidik non dosen Kemendikbud

6 Materi Jabatan Pendidik Non Dosen Kemendikbud beserta Proporsinya

  1. Literasi Bidang Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Proporsi pada materi ini adalah 15%. Kamu harus mengetauhi dan memahami secara keseluruhan literasi pada keempat bidang tersebut.
  2. Literasi Bahasa Inggris. Proporsinya yaitu mencapai 10%. Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang selalu menjadi ketentuan dasar dalam seleksi terhadap semua karier pada umumnya. Bahasa Inggris bukan hanya tentang kelancaran pengucapan saja. Kamu harus tahu dasar minimal tentang grammar  yang terdiri dari beberapa formula dalam aturan kebahasaannya.
  3. Penalaran dan Pemecahan Masalah. Materi ini merupakan materi yang memiliki proporsi paling banyak yaitu 30%. Kamu akan menghadapi soal-soal dengan pernyataan beberapa masalah yang akan kamu jawab dengan pemecahan yang akan dilakukan sesuai dengan pemikiran dan idemu sendiri.
  4. Dimensi Psikologi. Proporsi materi ini adalah 20%. Kesehatan mental adalah sesuatu yang paling diutamakan dalam berkarier. Memahami materi dan mempraktikan sesuai kemampuanmu adalah hal yang penting dimana psikis kamu akan diketauhi ukuran dan pencapaiannya.
  5. Wawancara. Materi wawancara memiliki proporsi sebesar 10%. Kamu harus menjawab apapun yang menjadi bahan pertanyaan wawancara dengan sejujur-jujurnya.
  6. Unjuk Kerja. Materi yang terakhir ini memiliki proporsi 15%. Materi yang akan kamu pelajari yaitu tentang penilaian yang mengungkap kemampuan siswa dan siswi, serta pemahaman konsep dan masalah-masalah yang memiliki pemecahan masing-masing. Perhatikan juga artikel terkait perbedaan jabatan fungsional dan jabatan pelaksana ini ya.

Materi yang harus kamu siapkan bukan hanya tentang pemahaman. Berlatih soal-soal adalah sebuah keharusan yang dilakukan setelahnya agar semua materi yang kamu tangkap tidak cepat hilang dari memori.Materi diatas merupakan materi SKB yang penting untuk kamu ketauhi. Selain jabatan pendidik non dosen Kemendikbud, jabatan lain seperti pendidik dosen juga memiliki materi dan proporsi yang telah diatur dalam Peraturan Kemenpan RB Nomor 36 Tahun 2018. Terkadang ada juga instasi-instasi yang melakukan tes tambahan. Jadi tahapan tes tergantung pada instasi yang dituju.

Mendaftar CPNS, Karier yang banyak diidamkan banyak orang, salah satunya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pendaftar dari tahun ke tahun selalu memiliki jumlah yang banyak. Persaingan untuk bisa lolos cukup ketat. Maka dari itu, jika kamu ingin mendaftar CPNS, kamu harus mempersiapkan dengan sangat matang.

Banyak keuntungan yang diperoleh oleh PNS. Selain soal gaji yang tinggi, PNS dimudahkan dalam beberapa hal. Seperti ketika ingin bersekolah lagi atau melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi lagi, PNS akan mendapatkan beasiswa khusus. PNS juga mendapatkan pensiun dimana ketika masa pensiun nanti tetap masih mendapatkan gajian bulanannya. Tak heran jika profesi ini sangatlah populer. Perhatikan juga artikel terkait perbedaan jabatan fungsional dan jabatan pelaksana ini ya.

Tidak sedikit yang mendaftar CPNS tiap tahunnya. Apakah kamu takut bersaing dengan ratusan atau bahkan ribuan orang di Indonesia? Jangan khawatir, kamu harus tetap semangat dan juga berusaha dengan keras. Selain itu, kamu bisa lakukan 7 tips di bawah ini sebelum daftar menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

7 Tips dan Trik Sebelum Mendaftar CPNS

mendaftar CPNS
mendaftar CPNS

Menyusun Jadwal Belajar Secara Teratur Sebelum Mendaftar CPNS

Jika kamu tidak bisa menyesuaikan kapan kamu harus belajar kapan harus main, kamu akan kehilangan tujuanmu. kamu menjadi malas untuk menjalani jadwal yang kamu susun sendiri, bahkan sampai mengabaikannya cepat atau lambat. Periksalah jadwal setiap hari sampai kamu menghafalnya dan melakukannya dengan konsisten.

Membuat List Materi Yang Kamu Targetkan

Carilah informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber tentang apa saja yang diujikan untuk mendaftar CPNS. Setiap kamu selesai satu materi, kerjakan soal-soal yang berhubungan dengan itu. Dengan demikian kamu bukan hanya mengingat, tetapi juga mempraktikannya.

Jangan Terlalu Banyak Begadang

Melakukan hal-hal dijadwalkan secara konsisten, pikiran kamu akan refresh. Kamu tidak akan merasa terbebani. Jika tidak, kamu akan dikejar dengan apa yang kamu targetkan. Kamu akan terburu-buru dan ketika mendekati hari seleksi, kamu akan sering begadang.

Hilangkan Kebiasaan Buruk Sedikit Demi Sedikit

Setiap orang memiliki kebiasaan buruk yang berbeda-beda. Ada yang kecanduan sosial media, healing keseringan, dan lain sebagainya. Menghilangkannya sedikit demi sedikit akan mempermudah kamu untuk persiapan mendaftar CPNS.

Memantau Passing Grade

Kamu harus tahu seberapa perkembangan belajarmu sendiri. Kamu bisa memantaunya melalui kemampuan kamu ketika mengerjakan soal-soal. Buatlah kurva mingguan atau bulanan sesuai dengan jadwal belajarmu.

Bergabung Dengan Kelompok Belajar

Terjun bersama kelompok belajar akan meningkatkan perkembangan belajarmu. Apalagi jika kamu belajar dengan teman yang juga akan mendaftar CPNS, kamu bisa saling berbagi pengetauhan. Selain itu, kamu akan semakin bersemangat karena melihat secara langsung bahwa sainganmu juga selalu bekerja keras.

Sedikit Bersantai Ketika Mendekati Hari Seleksi

Bersantai bukan berarti tidak melakukan rutinitas. Kamu harus konsisten dan tidak melupakan apa yang menjadi tujuan sejak awal. Hindari ketakutan serta ketegangan ketika mendekati hari seleksi. Kamu bisa bersantai sambil mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan. Perhatikan juga artikel terkait jenis jabatan formasi CPNS ini ya.

Beberapa tips dan trik di atas bisa kamu terapkan  sebelum mendaftar CPNS. Persiapan matang harus dilaksanakan dengan bijak dan pasti. Masa depanmu tergantung pada usaha, tekad, dan juga doa. Apapun hasilnya nanti, kamu harus bisa menerima. Tidak berusaha dan menggampangkan hanya akan membawa diri sendiri kepada penyesalan.

Jabatan fungsional dan jabatan pelaksanamerupakan jabatan yang ada di Aparatur Sipil Negara atau ASN. Keduanya memiliki pengertian dan tugas yang berbeda. Terutama kamu yang akan menjadi CPNS, harus bisa membedakan antara keduanya. Berikut adalah 7 perbedaan jabatan fungsional dan jabatan pelaksana yang wajib kamu ketauhi.

7 Perbedaan Jawaban Fungsional dan Jabatan Pelaksana

perbedaan jabatan fungsional dan jabatan pelaksana
perbedaan jabatan fungsional dan jabatan pelaksana

Inilah Bedanya Jabatan Fungsional dan Jabatan Pelaksana

Berdasarkam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, pegawai ANS terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Pada dasarnya, jabatan ASN itu ada 3 : Jabatan pimpinan tinggi, jabatan administrasi dan jabatan fungsional. Jabatan pelaksana itu sendiri merupakan salah satu bagian jabatan administrasi. Di bawah ini merupakan 7 perbedaan dari jabatan fungsional dan jabatan pelaksana. Perhatikan juga artikel terkait jenis jabatan formasi CPNS ini ya.

  1. Jabatan fungsional adalah jabatan yang memiliki tugas pelayanan fungsional. Sedangkan jabatan pelaksana adalah jabatan yang memiliki tugas pelayanan publik dan juga administrasi, baik administrasi pemerintah maupun negara.
  2. Perbedaan jabatan fungsional dan jabatan pelaksana yang kedua adalah terletak pada sifatnya. Jabatan fungsional bersfiat mandiri, sedangkan pelaksana bersifat keterkaitan dimana pegawai pelaksana memiliki keterkaitan antara pola kerja, mekanisme, dan karakteristik.
  • Kinerja jabatan fungsional lebih jelas daripada jabatan pelaksana. Jadi sudah ada satu aturan yang mencakup segala sesuatu dari jabatan fungsional. Sedangkan aturan jabatan pelaksana dibuat oleh satuan kerja.
  • Kenaikan pangkat jabatan pelaksana cukup lambat dan bersifat reguler. Sedangkan kenaikan pangkat pada jabatan fungsional lebih cepat. Paling cepat hanya dengan masa 2 tahun saja. Kenaikan pangkat pejabat fungsional bisa diperoleh dengan cepat jika pejabat sudah memenuhi syarat untuk naik jabatan.

Penggajian juga menjadi perbedaan jabatan fungsional dan jabatan pelaksana. Gaji yang didapat oleh jabatan fungsional adalah tunggal dimana para pegawainya mendapat gaji yang standarnya sama berdasarkan bidangnya masing-masing. Sedangkan sistem penggajian jabatan pelaksana yaitu bertingkat-tingkat atau hieraki. Sederhananya, gaji jabatan fungsional lebih mumpuni daripada jabatan pelaksana.

Perbedaan jabatan fungsional dan jabatan pelaksana

  • Jabatan fungsional memiliki tanggung jawab secara langsung kepada pejabat administrator, pejabat pimpinan tinggi pratama, dan juga penjabat pengawas yang memiliki hubungan dengan tugas dari penjabat fungsional. Sedangkan, jabatan pelaksana yang termasuk ke dalam jabatan struktural memiliki tanggung jawab kepada organisasi yang terstruktur.
  • Perbedaan jabatan fungsional dan jabatan pelaksana juga bisa dilihat langsung dari profesi atau siapa pejabat yang termasuk ke dalamnya. Pejabat atau profesi yang memiliki jabatan fungsional contohnya adalah dokter, bidan, apoteker, penyuluh pertanian, dan lain sebagainya. Sedangkan pejabat yang termasuk ke dalam jabatan pelaksana contohnya seperti administrator, pengawas, dan masih banyak lagi.

7 Perbedaan di atas merupakan beberapa hal yang membuat kamu bisa membedakan antara jabatan fungsional dan jabatan pelaksana. Namun pada umumnya, jabatan fungsional lebih tinggi daripada jabatan pelaksana. Hal tersebut jelas terlihat karena jabatan pelaksana merupakan jabatan fungsional umum (JFU). Meski demikian kedua jabatan tersebut sama-sama bertanggung jawab sebagai Aparatur Sipil Negara (ANS). Perhatikan juga artikel terkait materi skb ini ya.

Bagi kamu yang memiliki rencana untuk mendaftar sebagai CPNS dan juga profesi lain, mengetauhi perbedaan jabatan fungsional dan jabatan pelaksana adalah suatu keharusan. Pengetauhan yang perlu dikuasai lebih baik mencakup semua. Hasil yang diperoleh setelah mendapat jabatan karir besar dalam kinerja nyaman. Jadi tak heran jika semua orang mengidamkannya.

Undang-undang No.43 tahun 1999 menyebutkan Pokok-Pokok Kepegawaian yaitu jabatan struktural dan jabatan fungsional adalah termasuk jabatan karir. Jenis jabatan tersebut adalah kedua hal mendasar yang perlu dipahami dalam mendaftar CPNS. Agar lebih memahami keduanya, maka simak di bawah ini pengertian mengenai dua jenis jabatan formasi CPNS.

Pengertian dan Perbedaan Dua Jenis Jabatan Formasi CPNS

jenis jabatan formasi CPNS
jenis jabatan formasi CPNS

Jenis Jabatan Formasi CPNS

Jabatan fungsional mempunyai arti sekumpulan jabatan yang isinya fungsi beserta tugas yang berhubungan dengan pelayanan. Fungsi yang didasarkan pada keahlian maupun keterampilan tertentu. Sementara jabatan struktural merupakan jabatan yang ada pada sebuah struktur organisasi. Kedua jabatan ini dapat diraih oleh Pegawai Negeri Sipil yang telah memenuhi syarat tertentu. Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 di atas. Perhatikan juga artikel terkait materi skb ini ya.

Perbedaan paling menonjol dari kedua jabatan formasi CPNS ini adalah jabatan fungsional tidak terlibat dalam jajaran struktur organisasi namun juga tidak bisa dihilangkan dari keberadaan organisasi. Sementara untuk jabatan struktural adalah menjadi bagian dari struktur organisasi sendiri.

Jabatan fungsional sendiri terbagi menjadi dua yaitu fungsional keahlian dan fungsional keterampilan. Sesuai yang dijelaskan oleh Keputusan Presiden Republik Indonesia No.87/1999 mengenai rumpun jabatan fungsional PNS. Jabatan fungsional keahlian sendiri artinya jabatan yang pelaksanaan dalam tugas dan fungsinya mampu mensyaratkan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi pada bidang keahliannya. Sementara jabatan fungsional keterampilan yaitu jabatan fungsional dengan kualifikasi teknisi maupun penunjang profesional dalam pelaksaan dan tugas serta fungsinya mensyaratkan pada penguasaan pengetahuan teknis pada satu bidang atau lebih.

Jabatan Formasi CPNS

Contoh untuk jabatan fungsional keahlian seperti dokter, akuntan, dosen, dan lainnya. Sedangkan untuk jabatan fungsional keterampilan yakni paramedik veteriner, asisten teknik pengairan, teknisi penerbangan dan lainnya. Jenis formasi CPNS berupa jabatan struktural menjadi hak milik dari pejabat dalam organisasi yang dimaksud. Kedudukan pada jabatan ini berbentuk hirarki. Mulai dari tingkat terendah hingga tingkat tertinggi. Jabatan struktural terbagi menjadi dua tingkat yaitu tingkat pusat dan tingkat daerah.

Semua PNS diperbolehkan untuk merangkap jabatan struktural sekaligus jabatan fungsional. Namun ada pengecualian khusus yang tidak diperbolehkan merangkap keduanya. Seperti yang sudah disebutkan PP Nomor 47 Tahun 2005 yaitu jabatan rangkap tidak diijinkan oleh profesi peneliti, jaksa dan juga perancang dan dosen.

Dosen dikecualikan untuk merangkap dua jabatan formasi CPNS karena sudah diatur dalam Pasal 2 permendiknas No.67/2008 mengenai pengangkatan pimpinan PTN yang menyatakan jika dosen dalam lingkungan Kemendikbud. Akan diberikan tugas tambahan dengan pengangkatannya sebagai pimpinan dalam perguruan tinggi maupaun fakultas. Namun ada syaratnya, karena tidak semua dosen bisa merangkap dua jabatan sekaligus.

Formasi CPNS

Pasal 18 ayat 1-6 PP No.37/2009 berbunyi bahwa PNS dosen yang telah menjalani masa kerja minimal 8 tahun maka bisa ditempatkan di dalam jabatan struktural dalam perguruan tinggi. Dosen yang telah merangkap ini dapat dibebaskan untuk sementara dalam dari tugas dan juga fasilitas tunjangan jika ia secara penuh ditugaskan di luar jabatannya sebagai dosen. Namun jika masih merangkap keduanya dan memang berjalan seimbang, maka tugas keduanya tetap harus dijalankan. Perhatikan juga artikel terkait tes skd cpns ini ya.

Itulah dua jenis jabatan formasi CPNS agar tidak salah pilih saat mendaftar. Jika perlu maka pelajari dulu gambaran umum mengenai formasi yang menjadi incarannya. Agar tidak menyebabkan penyesalan di kemudian hari. Selain itu, persiapan yang dilakukan juga akan lebih terfokus jika sudah memahami tujuan yang akan diraih.

Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) akan dilaksanakan setelah muncul pengumuman dari hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Peserta SKB tentunya hanya yang namanya muncul dan dinyatakan lulus SKD. Tahapan SKB biasanya diselenggarakan secara bertahap karena banyak formasi yang terbuka dan tentunya banyak bidang yang harus diuji oleh para peserta. Seluruh SKB pada soal tidak semua dilakukan peserta, hanya menyesuaikan dengan formasi yang dipilih.

PENTING!!! Ini Dia 6 Materi SKB

materi SKB
materi SKB

Materi SKB untuk Jabatan Dosen Kemendikbud

yang diberikan untuk seleksi bidang akan berbeda-beda pada setiap instansi. Hal ini dikarenakan kebutuhan kompetensi pada masing-masing instansi akan berbeda. Pelaksanaan tesnya dilakukan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT). Ada tambahan tes meliputi wawancara, psikotes maupun tes lain yang disesuaikan masing-masing syarat dari jabatan. Salah satunya jabatan untuk dosen Kemendikbud dengan porsi lengkap per materinya. Perhatikan juga artikel terkait tes skd cpns ini ya.

Etika dan juga Tri Dharma dalam Perguruan Tinggi, jumlah proporsi 10%

Etika memiliki beberapa arti dan yang pertama adalah pedoman orang maupun kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Arti kedua yaitu serangkaian asas atau norma dan ketiga artinya ilmu mengenai baik buruk. Sedangkan SKB mengartikan etika sebagai peranan penting  dari dosen di dalam lingkup pendidikan dan juga pengajaran. Sementara Tri Dharma artinya tiga kewajiban berupa pengajaran dan pendidikan, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat yang harus dilakukan oleh dosen.

Literasi Bahasa Inggris dengan proporsi 15% Sebagai Materi SKB Yang Harus Dipelajari

Literasi Bahasa Inggris hampir sama seperti formasi lain. Peserta akan diuji soal-soal Bahasa Inggris dalam bentuk melengkapi paragraf, melengkapi isi dari sebuah surat dan mencari kesimpulan dari bacaan yang tersedia. Biasanya soal-soal yang muncul berbentuk seperti artikel atau media Indonesia yang dikonversi ke dalam Bahasa Inggris.

Penalaran serta Pemecahan Masalah  proporsi materi berjumlah 20%

SKB selanjutnya bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dalam penyelesaian masalah dari peserta. Soal yang disajikan biasanya berbentuk sebuah kasus yang harus dipecahkan. Terlihat mudah apalagi perhitungan yang dibutuhkan sangat dasar. Butuh konsenstrasi tinggi karena soal yang dikerjakan sedikit namun waktu yang disediakan cukup lama.

Dimensi Psikologi dengan proporsi 15%

Soal tentang dimensi psikologi megukur tingkat dan mengetahui psikologi dari peserta. Bentuk soal hampir sama seperti yang ada pada soal TKP. Perbedaannya pada opsi jawaban yang disediakan. Jumlah soal yang disediakan juga cukup banyak dengan waktu satu-2 menit untuk setiap soal.

Wawancara dengan proporsi 20%

SKB berupa tes wawancara umumnya bertujuan untuk menguji loyalitas dari peserta ketika nantinya dinyatakan lulus. Pertanyaanya seputar inovasi yang akan dibuat, visi misi dari kampus yang menjadi tempat tujuan pendaftaran dan riwayat publikasi. Meskipun pertanyaan seputar itu namun masing-masing kampus mempunyai kebutuhan yang harus ada pada pesertanya dan poin ini yang membedakan kampus satu dengan lainnya.

Praktik Pengajaran (micro teaching) jumlah proporsi sebanyak 20%

Materi yang terakhir yaitu praktik mengajar yang akan menilai kepiawaian peserta dalam mengajar. Ada banyak hal yang akan dinilai seperti rancangan pembelajaran, keterkaitan metode yang digunakan saat mengajar dan terkadang juga akan diminta untuk mengajar menggunakan Bahasa Inggris. Meskipun terkadang ditanya mengenai pengalaman mengajar, namun tidak menjadi patokan seseorang bisa lulus. Perhatikan juga artikel terkait perbedaan bobot nilai antara SKD CPNS dan SKB CPNS ini ya.

Demikian ke-6 materi SKB beserta dengan proporsi pada masing-masing materinya. Banyak-banyak melihat pengalaman dari lulusan sebelumnya. Semakin banyak mempelajari tes yang dilakukan oleh peserta lolos pada tahun sebelumnya, semakin mudah untuk mendapatkan prediksi soal yang mungkin akan keluar di tahun ini.

Salah satu yang harus dipersiapkan jauh-jauh hari selain persyaratan administrasi adalah tes SKD CPNS. Materi yang dijadikan untuk seleksi sudah tercatat berdasarkan Keputusan Menteri PANRB No. 1023/2021 mengenai nilai ambang batas Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Pengadaan PNS Tahun Anggaran 2021.

Meskipun belum ada secara pasti tanggal pembukaan CPNS, namun program pemerintah ini hampir buka dua tahun sekali. Maka dari itu perlu adanya persiapan jika suatu saat akan ada pembukaan kembali. Persiapan paling matang yaitu pada materi SKD karena di seleksi ini, sedikit jumlah peserta yang lolos. Ketahui terlebih dahulu jenis-jenis materi yang digunakan pada seleksi CPNS di bawah ini. Perhatikan juga artikel terkait perbedaan bobot nilai antara SKD CPNS dan SKB CPNS ini ya.

Jenis Materi pada Tes SKD CPNS 2022

tes SKD CPNS
tes SKD CPNS

TKP, Salah Satu Tes SKD CPNS Yang Harus Dilewati

Kependekan dari Tes Karakteristik Pribadi yang isinya tentang indikator dari perilaku seseorang terkait melayani publik. Selain itu juga respon seseorang terhadap lingkup dan rekan kerja, kehidupan sosial budaya, teknologi, informasi, komunikasi dan juga profesionalitas dalam bekerja. Salah satu jenis tes dari SKD CPNS ini mempunyai jawaban yang berbeda tergantung dengan sisi kepribadian peserta. Hal ini karena jawaban yang diberikan tidak bersifat benar salah seperti tes lainnya, melainkan lebih kepada skala kepekaan.

Jumlah soal yang diberikan sebanyak 35 butir. Pemberlakuan khusus tes ini menggunakan sistem skoring angka satu sampai angka 5 (1-5). Peserta yang tidak memilih semua skor akan diberikan nilai 0. Maka dari itu, jangan mengosongi soal khusus di seleksi ini, karena berapapun skor yang dipilih, akan mempunyai nilai.

TWK

Singkatan dari Tes Wawasan Kebangsaan yang berisi rangkaian soal sengaja dirancang guna menilai penguasaan. Menilai pengetahuan juga dan kemampuan dalam menerapkan konsep nasionalisme. Peserta akan dites penguasaan materinya tentang integritas, bela negara, pilar negara, dan juga Bahasa Indonesia. Soal dari TWK adalah jenis soal dari SKD CPNS dengan jumlah paling sedikit yaitu 30 butir. Ketentuan nilai pada masing-masing soal adalah jika benar mendapatkan nilai 5 dan jika salah mendapatkan nilai 0.

TIU

TIU kependekan dari Tes Intelegensi Umum dan merupakan soal yang akan menilai 3 kemampuan dari peserta. Kemampuan pertama adalah verbal, kedua yakni kemampuan numerik dan ketiga adalah kemampuan figural. Penilaian dari kemampuan verbal melalui soal-soal berbentuk analogi, silogisme dan juga analitis. Sedangkan penilaian dari kemampuan numerik melalui soal berupa deretan angka, perbandingan kuantitatif, dan juga soal cerita.

Terakhir penilaian dari kemampuan figural digunakan untuk mengukur kemampuan penalaran peserta. Bentuk soal yang digunakan untuk menguji adalah soal perbandingan dua gambar, perbedaan pada beberapa gambar yang disediakan dan juga pola hubungan dalam bentuk gambar. Jumlah soal untuk salah satu SKD CPNS yang terakhir ini sebesar 35 butir. Sistem penilaian sama seperti tes TWK yaitu jika berhasil menjawab benar akan diberikan nilai 5 dan jika soal salah akan diberikan nilai 0. Perhatikan juga artikel terkait apa itu skb ini ya

Demikian 3 tes SKD CPNS yang wajib peserta ketahui dan harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Jumlah total nilai dari ketiga tes di atas adalah 500. Angka tersebut diambil dari skor maksimal ketiganya yaitu TKP sejumlah 175, TIU sejumlah 175 dan TWK sebanyak 150. Adapun skor minimal untuk dinyatakan lolos tes ini adalah nilai TKP sebanyak 126, nilai TIU sebanyak 80 dan nilai TWK sebanyak 65. Namun ada nilai khusus yang diperuntukkan untuk formasi-formasi khusus.

www.bimbelcpns.net
Bimbel Persiapan CPNS Terbaik